“Nyamplung” Nangka, dapat diperbanyak

Seringkali kita beli nangka yang nyamplungnya (daging buah) padat berisi, warna kunging keemasan, menarik liur untuk ber nyam..nyam.  Bagaimana mendapatkan daging buah yang padat berisi tersebut? bisakah kita dapatkan di rumah??  jawabannya,..BISA

Dari segi ukuran, buah nangka terbagi 2.  Buah yang besar, biasanya dikonsumsi manusia, dan buah yang kecil, yang sering disebut babal (jawa).  Buah besar tersebut adalah buah betina, sedang buah babal adalah buah jantan.  Buah betina enak dimakan, sedang yang jantan tidak enak dan tidak lazim di makan.  Pada buah betina terdapat duri yang banyak, sekitar 3000an duri (kalau gak percaya, hitung sendiri).  Duri tersebut adalah bunga betina, dimana ujung dari setiap duri akan bertindak sebagai pistil dari bunga.  Apabila ujung duri tersebut dibuahi oleh polen bunga jantan (dari babal) maka, maka akan dihasilkan nyamplung (daging buah).  Seandainya semua duri tersebut dibuahi, maka akan ribuan nyamplung pada buah.   Buah akan “meledak” dan mati sebelum dewasa.  Sang Pencipta Maha Tahu, untungnya, bunga jantan disiptakan kecil, sehingga sulit membuahi seluruh duri bunga betina.  Posisi buah betina yang sering berdampingan dengan sesama buah betina lain, juga menghalangi penyerbukan terhadap semua bunga betina.

Dengan teori ini, buah nangka  dapat diperbanyak sesuai dengan potensi tanaman dan masing-masing buah.  Selama nyamplungnya tersusun merapa sepanjang posisi buah, insyaalah buah tidak akan “meledak”.  Yuk,  direka.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.