Diskusi Kepemilikan Paten PVT

Diskusi dengan 3 staf Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Kementerian Pertanian RI (8 Juni 2012), sangat menarik.  Selama ini, kepemilikan Hak PVT yang disusulkan oleh perusahaan selalu menuliskan kepemilikan oleh perusahaan. Hal ini dapat dimengerti karena pada pemulia di perusahaan memang melaksanakan semua program penelitian dirancang dan dibiayai penuh perusahaan.  Pemulia di balai penelitian juga melakukan penelitian sesuai dengan program balai, karena pekerjaannya memang sebagai peneliti.  Kepemilikan Hak PVT di balai penelitian tidak pernah menjadi masalah karena dibawah aturan dan kementerian yang sama.

Pemulia di perguruan tinggi sering “ketiban” masalah.  Pusat PVT “biasanya” menanyakan pemilik paten yang akan dituliskan di sertifikat.  Apabila dituliskan nama institusi, maka pemulia tersebut tidak berhak atas patennya dan tidak  dapat menggunakan nilai “kum”nya untuk kelengkapan “tugas pokok” seorang guru besar dalam proses Evaluasi Kinerja Dosen (EKD).  Pada kondisi demikian, pemilik paten yang paling tepat adalah penanggung jawab proses pemuliaan tanaman yang dilakukan.  Apabila penanggung jawab proses tersebut adalah pemulia sebagai dosen Universitas Brawijaya maka tidak dapat dipungkiri bahwa pemilik paten tersebut adalah Pemulia Universitas Brawijaya.  Nama institusi harus melekat dibelakang nama pemulia.  Karena pemulia bekerja dan dibesarkan oleh Universitas Brawijaya, sudah menjadi kuajiban dan “tradisi” bahwa paten dan segala konsekwensinya “dipersembahkan” untuk prestise dan kejayaan Universitas Brawijaya.

Demikian hasil diskusi di ruang saya pada Jumat 8 Juni 2012.  Beliau bertiga (Bu Susi, Pak Rauf dan B Agil) menanyakan tentang kepemilikan Hak PVT (Paten Varietas) yang saya usulkan sekaligus melakukan supervisi terhadap benih dari varietas yang mendapat PVT.  Diskusi yang hangat dan sekaligus mendapatkan solusi tentang kepemilikan Hak Paten PVT.  Sambil menunggu adanya aturan yang jelas antara Kementan-Kemendikbud, itulah solusi terbaik yang kami dapatkan.  Paling untuk saat ini.  Terima kasih Bapak/Ibu telah mengunjungi ruang saya kerja yang “sumpek” (Kuswanto, 9/6).

This entry was posted in Activity, HaKI-Paten. Bookmark the permalink.