Penyerahan 5 Hak PVT (Paten)

Bukan hal mudah untuk mendapatkan Hak Perlindungan Varietas Tanaman (Paten).  Perlu waktu 18 bulan untuk mendapatkan sertifikat paten tersebut.  Sejak didaftarkan Januari 2011, usulan tersebut telah mengalami beberapa tahapan pengujian dan evaluasi.  Proses pertama setelah terdaftar di Kantor PVT Kementan, adalah pengumuman di media untuk diketahui kalayak dan untuk mendapatkan tanggapan dari masyarakat.  Kalau ada yang keberatan, maka proses tidak dapat diteruskan.  Setelah pengumuman, dilakukan sidang untuk menentukan program pengujian.  Pengujian yang dimaksud adalah uji BUSS (baru, unik, seragam, stabil).  Penanaman harus dilakukan berdasarkan kesepakan antara pengusul (breeder), Pusat PVT dan tim penilai.  Semua teknis yang terkait dengan uji BUSS harus diselesaikan pada sidang ini.  Cukup lama, perlu 2 jam untuk mencapai kesepakatan.

Akhirnya dilakukan penanaman dan perawatan tanaman yang akan dipatenkan, dan dibandingkan dengan varietas komersial.  Evaluasi kebaruan, keunikan, sekeragaman dan kestabilan, sepenuhnya dilakukan oleh penilai.  Pengusul sunggu tidak berhak campur tangan.  Selesai pengujian tim penilai menyusun laporan pengujian dan dikirim ke Pusat PVT untuk dipersiapkan sidang komisi PVT.  Sidang komisi menjadi ajang perdebatan yag seru.  harus ada kesepakatan antara tim komisi, pengusul/breeder dan pusat PVT.  Selesai sidang, pengusul perlu melakukan revisi usulannya.  Hasil revisi dilaporkan kembali ke sidang komisi PVT.  Setelah disetujui, maka barulah muncul harapan untuk mendapatkan sertifikat.

Alhamdulillah,  pada Selasa, 26 Juni 2012, sebanyak 5 sertifikat Hak PVT (Paten) akhirnya saya terima.  Acara penyerahan bersamaan dengan Gebyar Perbenihan Jawa Timur yang dilaksanakan di Papar Kediri, yang dihadiri oleh gubernur, bupati, kepala dinas Jatim dan Kabupaten/Kodya, berusahaan benih dan petani di sekitar Kediri.  Semoga berkah…

This entry was posted in HaKI-Paten. Bookmark the permalink.